Tetap Berolahraga di Bulan Ramadan, Perhatikan Lima Tips Ini

Beberapa hari lalu saya kebetulan mendengarkan Radio Kosmopolitan FM. Isi siarannya talk show   mengenai kiat berolah raga di bulan Ramadan dengan nara sumber Dokter Sofi dari sebuah klinik kesehatan di Jakarta. Materi siarannya klise, namun karena dikemas ulang dengan gaya yang menarik  tema ini menjadi tetap enak disimak. Menurut Bu Dokter, Anda harus memperhatikan lima hal jika ingin berolah raga di bulan suci.

1.Kurang Intensitas
Kalau biasanya Anda berolah raga dengan intensitas berat, selama berpuasa kurangi menjadi intensitas sedang. Kalau biasanya Anda berolah raga dengan intensitas sedang, kurangi menjadi intensitas ringan. Selanjutnya, kalau Anda biasa berolah raga dengan intensitas ringan, pertahankan intensitas tersebut.

2.Pangkas Durasi
Intensitas berkaitan dengan berat-ringannya latihan. Sedangkan durasi berhubungan dengan panjang-pendeknya waktu latihan. Dikatakan Sofi, di bulan Ramadan durasi latihan dapat dipangkas sesuai kemampuan. Dia mencontohkan, jika di hari biasa olah raga dilakukan selama 1 jam per sesi latihan, di bulan Ramadan bisa dipangkas menjadi 45 menit. Kalau biasanya olah raga 30 menit, bisa dipangkas menjadi 15 menit.

3.Pertahankan Frekuensi
Berbeda dengan intensitas dan durasi yang harus dikurangi, frekuensi latihan selama Ramadan justru harus dipertahankan. Maknanya, bila sebelumnya Anda berlatih 3 kali sepekan, sepanjang Ramadan juga  tetap 3 kali sepekan. Begitu pula kalau biasanya berlatih 2 kali sepekan, sepanjang Ramadan pun tetap 2 kali sepekan.

4.Pilih Waktu yang Tepat
Berlatih selama Ramadan  tidak seleluasa di hari biasa. Tidak mungkin bagi orang yang berpuasa untuk berolah raga setelah pukul 6 pagi. Karena itu, Sofi menyarankan 2 waktu yang tepat untuk berolah raga di bulan Ramadan, yakni sebelum makan sahur atau sekitar pukul 3 pagi, dan menjelang berbuka atau sekitar pukul 5 sore.

Salah satu alasannya adalah olah raga sebaiknya dilakukan dalam kondisi perut kosong.  Tapi, berolah raga setelah berbuka juga tidak dilarang. Asalkan Anda bisa memberi jeda waktu 1-2 jam setelah berolah raga,  sebelum pergi tidur.   Sebab, menurut Sofi, langsung tidur setelah berolah raga akan membuat tidur tidak pulas.

5.Tujuan yang berbeda
Ada orang yang bertanya, kenapa harus berolah raga di bulan puasa, karena tanpa olah raga saja berat badan pasti akan turun, Jawabannya, olah raga di bulan Ramadan targetnya bukan untuk menurunkan   berat badan, melainkan menjaga stamina. Dengan begitu, ibadah puasa  bisa dijalani dengan lebih berkualitas. Alhasil, olah raga yang Anda  lakukan akan mendapat bonus bernilai ibadah. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s