Ikut ‘Celeng’ Lagi

Lari itu ibarat makan keripik Ma Icih level 10. Pedes, tapi ogah berhenti. Begitu juga ikut challenge — komunitas runner membacanya jadi ‘celeng’ –lari. Kapok setelah menjalani celeng yang diadakan sebuah perusahaan asuransi karena saya anggap tak lagi sehat, saya kembali mengikuti celeng. Kali ini celeng buatan Dunia Lari. Tantangannya cukup serius, lari sepanjang 2.015 kilometer selama tahun 2015. Kalau dibagi per hari, kira-kira  5,5 kilometer per hari. Tidak terlalu berat sih. Cuma persoalannya, saya baru ikut celeng ini bulan April…beuh banget gak sih.

Tadinya sudah males ikut, tapi karena  di-invite oleh seorang teman, mau gak mau ikut deh. Saya kan susah menolak permintaan orang lain. Apalagi pemberian orang lain. #guemahgituorangnya. Tapi ya itu, balik lagi, sudah kehilangan waktu hampir empat bulan. Malah, ketika saya masuk, sudah ada peserta yang selesai 2.015 km…ruar biasa.

Akhirnya, setelah salat Tahajud  (boong banget), saya meneguhkan tekad untuk menjalani celeng ini. Tekad yang kuat itu saya tabalkan dengan kalimat di dalam hati: “keuber sukur, gak juga biarin lah”…(ini tekad bukan sih?). Prinsipnya adalah, kali ini saya tidak akan ‘mengorbankan’ diri hanya untuk memenuhi tuntutan sebuah celeng. Kalau kata orang, ikut challenge, jangan lupa safe running.  Happy running, runners!  ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s