Pulang Kampung (3): Run Into History

Walau liburan, lari tak boleh ditinggalkan. Dalam liburan Idul Adha lalu, salah satu rute lari terbaik saya adalah melintasi kampung kami di Dusun Aeksah, Simangumban di Tapanuli Utara menuju Kota Sipirok, di Tapanuli Selatan sejauh 21,1 kilometer.   Pas banget dengan jarak half marathon. Start pukul 16.00, tiba di Sipirok pukul 18.30 bersama azan Magrib. Melintasi jalanan sunyi, perkampungan penduduk yang letaknya berjauhan, tanjakan  Aek Latong yang gak kira-kira panjangnya (Aek Latong yang angker itu kini sudah cantik dan jadi tempat wisata), juga bersaing dengan bus dan mobil pribadi. Untungnya suhu udara yang makin sore makin dingin menguatkan saya. Menjelang Sipirok, saya disambut anak-anak kecil yang keheranan melihat ada orang ‘gila’ lari di jalanan.  Sendirian pula. Tapi, saya tegar, berkat mental selebritas  yang sudah terlatih.  Dulu sekali, sewaktu opung laki-laki masih hidup dan opung perempuan masih sehat, kami kerap bepergian Aeksah – Sipirok (naik mobil pastinya, bukan lari) untuk menjual hasil bumi atau sekadar menyaksikan poken (pekan).

Penampakan jalur lari Aeksah-Sipirok.

Penampakan jalur lari Aeksah-Sipirok.

Google map Aeksah-Sipirok.

Google map Aeksah-Sipirok.

Di Medan, rute lari juga tak kalah seru. Dari Stadion Teladan, melintasi Jalan Sisingamangaraja, Masjid Raya, Istana Maimun, Kesawan, Rumah Tjong A Fie, Gedung PT Lonsum Tbk, kantor cabang Bank Indonesia, dan berputar di Lapangan Merdeka melewati Kantor Pos Besar, dan Stasiun Kereta Api Medan Kota.   Rutenya pendek, hanya sekitar 4 kilometer, tapi seluruhnya adalah kawasan kota tua Medan, dengan arsitektur bangunan yang masih terpelihara baik. Kalau merasa jaraknya kurang jauh, silakan berkeliing lintasan lari di dalam Lapangan Merdeka. Dan kalau capek, bisa rehat sambil makan-minum di pusat jajanan yang lengkap di Merdeka Walk. Beli oleh-oleh baju khas Medan juga ada (saya juga baru tahu). Nah, benar kan, berlari itu menyenangkan.

Di depan gedung Bank Indonesia Medan.

Di depan gedung Bank Indonesia Medan.

 

Niatnya pose lari, tapi kok jadi seperti orang mau jatuh.

Niatnya pose lari, tapi kok jadi seperti orang mau jatuh.

 

Museum Lokomotif di Stasiun KA Medan Kota.

Museum Lokomotif di Stasiun KA Medan Kota.

batu

Data lokomotif.

Kantor Pos Medan. Anno 1911.

Kantor Pos Medan. Anno 1911.

Kantor Pos Medan. Anno 1911.

Kantor Pos Medan. Anno 1911.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s