Kejutan Kecil, yang Membuat Apple Memikat

Awal saya memakai Mac Book Pro dua tahun lalu, seorang  kawan nyeletuk. Intinya dia bilang, ogah membeli laptop dengan kemampuan premium seperti Mac Pro, karena sifat teknologi yang cepat sekali obsolete.  Laptop yang sekarang dikatakan hebat, tahun depan sudah  ketinggalan zaman. Jadi usang. “Tidak ada habisnya kalau ingin mengikuti perkembangan teknologi.”

Saya sih tidak membantah. Saya bahkan setuju  100 % dengan pendapat itu, tapi…kalau konteksnya bukan  Apple.  Kalau bicara Apple, lain lagi persoalannya.  Bagi saya,  Apple–terutama si Mac Pro, dibeli bukan hanya karena teknologinya yang powerful, tapi juga karena desainnya yang cool, ergonomik, serta  pengerjaannya yang presisi.  Gak percaya? Coba Anda buka dan tutup Mac Book *Bisa pinjem atau mampir ke iBox atau eStore,  dan perhatikan bahwa semua sisinya bisa menutup dengan rapat. Kalau istilah anak saya, amazing!

Sehingga, seperti sebuah karya seni, kata saya, seiring dengan perkembangan teknologi,  alih-alih menjadi “obsolete“,   Mac hanya akan berubah menjadi “classic“.  Beuh… Selain desainnya, yang membuat produk Apple gampang dicintai adalah kejutan-kejutan kecil di dalamnya.  Misalnya,  saya yang aslinya “norak teknologi”  ini  dibuat kagum dengan keyboard Mac  yang bisa bercahaya (backlit keyboard). Sekarang mungkin sudah banyak yang begitu, tapi ketika itu saya belum pernah lihat.  Sebuah fitur yang gak penting sebenarnya, kecuali Anda ingin mengetik di dalam bioskop, tapi sangat menghibur.

wpid-2014-01-27-08.56.31.jpgTeknologi gesture pada trackpad yang paling membuat saya kagum sampai sekarang. Sentuhan satu sampai lima jari semuanya bisa dipakai. Soal desain pula yang membuat saya akhirnya memilih iPad Mini ketimbang Samsung Galaxy Note 10.1 2014. Padahal, kalo dibandingkan jeroannya, jauh banget antara iPad Mini yang keluaran 2012 tapi baru nyampe di Indonesia Desember 2013 ini, dengan Note 2014.  Kalah segalanya, deh si Mini.  Namun, diamond cut  di tepi luarnya serta logo Apple yang dibuat seperti cermin di bagian belakang membuat saya gak tahan untuk tak memilih si Mini.

Dan, seperti biasa, si Mini ini juga memberikan kejutan bagi si “norak teknologi” ini. Wallpaper-nya bisa bergerak, lho. Bergeser mengikuti arah mata kita. Oh..sudah tahu, ya? Saya sih baru tahu :)  O,ya…satu lagi saran saya, dari pada membeli iPad biasa yang berat itu, lebih baik Anda memilih iPad Mini  yang ringan. Bahkan, banyak yang menyebut-nyebut iPad Mini sebagai the real iPad Air…karena lebih ringkas dan praktis ketimbang iPad Air sendiri. Apalagi, nanti kalau  iPad Mini 2 dengan Retina Display sudah nongol di Tanah Air, pasti lebih oke. Begitu lah pemirsaahh, dan saya  pun sudah menjadi Apple fanboy??? Oh gosh..  ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s