Liburan Sekolah Tak Harus Mahal

Musim liburan sekolah datang  lagi, saatnya mengenalkan pengalaman baru kepada  anak. Banyak pilihan untuk menciptakan pengalaman seru bagi si kecil. Tidak selalu mahal dan jauh, ada juga yang murah dan dekat tapi sama  berharganya.  Cocok untuk pengusaha yang kebetulan bisnisnya lagi seret atau pegawai yang perusahaannya kena imbas krisis mata uang sehingga bonus tahun ini tipis *haha…

Bagi warga Depok, contohnya, di Margo City  sampai 5 Januari mendatang ada festival Kampoeng Main yang diselenggarakan  Caldera Indonesia. Caldera ini jagonya kegiatan outdoor.  Saya pernah mengikuti acara outbound dan arung jeram mereka di Sungai Citarik, Sukabumi. Cukup profesional. Festival Kampoeng Main ini agenda tahunan yang  tempatnya berpindah-pindah. Mumpung lokasinya tahun ini dekat, kami pun mengajak si boncel ke sana. Dua kali malah. Macam-macam permainan ada dalam mal berkonsep city walk tersebut. Untuk kegiatan berbasis aktivitas fisik ada permainan High Rope, Mini Wall Climbing, dan Labirin.

Permainan High Rope  diawali dengan memanjat menara bambu setinggi sekitar 10 meter, kemudian di puncak menara anak dibimbing meniti sebilah bambu, dilanjutkan dengan flying fox  mini, dan diakhiri dengan turun menggunakan tali dari menara kedua. Mini Wall Climbing mirip dengan wall climbing beneran. Cuma, dindingnya dibuat condong dengan kemiringan kurang dari 90 derajat. Jadinya,  anak tidak perlu mengeluarkan tenaga buat memanjat.

Namanya juga anak-anak, *orang dewasa saja mungkin gentar, banyak yang menangis begitu sampai di atas menara atau sewaktu Mini Wall Climbing. Termasuk si boncel :)). Tapi, tidak apa-apa. Itu bisa mengenalkan anak pada ketinggian sekaligus pada pemahaman bahwa dalam hidup risiko terkadang harus diambil,  dengan pertimbangan  yang matang tentu saja.   Permainan fisik ketiga adalah Labirin. Di sini anak masuk ke dalam sebuah lorong  berliku-liku dan gelap. Di ujung lorong ada lintasan tali yang harus dilewati dengan merayap sampai ke pintu keluar.

Memanjat menara bambu.

Memanjat menara bambu.

Meniti jembatan bambu.

Meniti jembatan bambu.

Mini wall climbing.

Mini wall climbing.

Tidak mahal untuk menghabiskan ketiga permainan ini. Cukup  bayar Rp 60 ribu satu paket. Di luar kegiatan fisik masih ada kegiatan lain seperti membatik dan melukis layang-layang. Oya, satu lagi kegiatan adalah  Paint Ball Shooting,  menembak sasaran dengan senapan paint ball. Harganya juga Rp 30 ribu, untuk menembakkan 8 peluru. Nah, kalau yang ini menurut saya sih kelewat mahal. Masa Rp 30 ribu cuma dapat 8 peluru, mana tak ada satu pun yang kena sasaran. Ya, sudah lah…tak ada yang sempurna.

Liburan murah kedua bagi si boncel adalah membuat pizza. Tempatnya di Gian Pizza yang ada di Jalan Arif Rahman Hakim, Depok.  Kegiatan yang ini harus diikuti dalam rombongan. Tidak bisa sendirian. Kebetulan, si boncel ikut dari tempat mengajinya. Meski namanya membuat pizza, sebenarnya cuma membuat topping dari taburan keju, daging, dan sosis. Adonannya sih sudah disediakan oleh toko pizza kecil itu.

Setelah selesai menyusun topping,  pizza setengah matang itu lantas dipanggang selama sekitar 15 menit. Maka, selesailah pizza mungil ala anak-anak. Manfaat kegiatan ini apa? Bagi saya mungkin adalah mengenalkan anak kepada berbagai profesi, termasuk menjadi pengusaha pizza…:) Ongkos kegiatan ini juga murah kok, cuma Rp 30 ribu, sudah bisa bawa pulang pizza ukuran personal pan.
wpid-2013-12-27-09.30.04.jpg

Pizza sebelum dipanggang.

Pizza sebelum dipanggang.


Akhirnya, si boncel menutup agenda liburan murahnya dengan kursus singkat membuat prakarya dari kertas kokoru (corrugated paper). Buat yang bingung apa itu kertas kokoru, bayangkan karton Indomie, Anda buka lapisan luarnya, maka kertas bergelombang yang di  baliknya  adalah kertas kokoru *mungkin lidah Jepang menyebut corrugated dengan kokoru. Kira-kira seperti itu kertas kokoru, hanya saja warnanya dibuat meriah.  Dari kertas itu bisa dibuat beraneka macam kerajinan tangan seperti pohon-pohonan, bunga-bungaan, mobil-mobilan, dan lain-lain.

Prakarya dari kertas Kokoru.

Prakarya dari kertas Kokoru.


Tempatnya dekat pula, di Depok Town Square. Pengajarnya bernama Wuri Widi, penulis buku “Kreasi Lucu Kokoru Craft for Kids” terbitan Kawan Pustaka. Biaya kursus 2-3 jam ini juga terjangkau, cuma Rp 50 ribu, sudah sama material dan peralatan prakarya.  Terbukti kan, liburan anak tidak harus mahal. Dengan biaya terjangkau si kecil bisa mendapat pengalaman  yang tidak kalah berharganya. Tapi, tunggu dulu, liburan si boncel belum berakhir. Simak ‘petualangan’ selanjutnya🙂 ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s