Independence Day Run 2013

 wpid-2013-08-25-05.58.41.jpg

MENUJU PINTU MASUK
Antrean peserta yang berjumlah puluhan ribu orang terpaksa berjubel-jubel di depan pintu detektor yang cuma ada tiga unit dan pemeriksaan Paspampres.  Akibatnya, untuk dapat memasuki zona steril, peserta harus rela mengantre selama sekitar 20 menit. Waktu yang sangat lama dibanding kegiatan lari serupa. Ke depannya, kalau pun terpaksa harus melewati pemeriksaan yang merepotkan ini, pintu masuk dibuat yang memadai. Minimal 20 titik lah…. Seandainya jumlah pintu detektor kurang, diganti saja dengan pemeriksaan badan.

wpid-2013-08-25-06.22.15.jpg

GARIS START
Kemacetan di pintu masuk berimbas pada molornya waktu start. Dari jadwal semula pukul 6.00 mundur menjadi pukul 6.30. Belum lagi, dari garis belakang menuju garis start  butuh waktu 10 menit lagi. Jadi…total waktu molornya 40 menit. Peserta juga tidak dilengkapi dengan timing chip, sehingga pencatatan waktu menjadi tidak akurat karena didasarkan pada waktu gun time  (waktu start dihitung sejak pistol ditembakkan atau bendera start diangkat) bukan net time/chip time (waktu start dihitung sejak masing-masing peserta melewati garis start .

image

wpid-2013-08-25-06.22.24.jpg

SUKSES
Di tengah beberapa kekurangan itu, secara keseluruhan acara ini berjalan mulus untuk ukuran lomba lari gratis. Bisa disebut sukses malah🙂. Ukurannya, jumlah peserta membludak–lebih banyak ketimbang Jakarta International 10 K 2013 lalu, kualitas kaosnya cukup bagus–walau tidak dry fit, dan tidak ada insiden di tengah lomba. Satu hal yang paling saya acungi jempol,  pengambilan race pack di Monas sangat mudah. Karena meja pengambilan banyak, kita tidak perlu menunggu lama. Datang, langsung ambil. Tidak seperti– sekali lagi, Jakarta Int 10K,  yang sangat tidak nyaman.

Oya, saya dengar juga banyak kritik di twitter mengenai banyaknya sampah yang bertebaran di Monas usai perlombaan. Begitu pula jalanan jadi kotor akibat sampah dari water station. Saya melihat  memang tempat sampah di Monas jumlahnya sangat sedikit dan ukurannya kecil, jadi cepat penuh. Mestinya panitia menyediakan mobil pikap untuk menampung sampah refreshment. Tapi, menurut saya, biarkan saja sampah bertebaran di lokasi acara di Monas, yang penting kan segera setelah itu dibersihkan. Tidak masalah, kan. Soal water station begitu juga. Mana bisa pelari disuruh buang sampah pada tempatnya. Lha, jalan saja sudah gak lurus…mana sempat mikirin tempat sampah.

BRI Run 2013
LEBIH CEPAT
Panitia sukses, peserta juga sukses. Catatan waktu saya lebih cepat 1 menit 45 detik dibanding waktu latihan🙂 Sedikit demi sedikit makin ngacir daah…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s