Soluna Ajrut-ajrutan, Saatnya ke Bengkel

wpid-2013-06-28-14.59.49.jpg

Sudah beberapa bulan belakangan Si Soluna Biru jalannya ajrut-ajrutan. Setiap melewati jalan bergelombang, melambunglah dia ke sana-ke mari. Belum lagi kalau melintasi ranjau lubang, dari kaki depan kedengaran bunyi seperti logam diadu. Jumat lalu, mumpung pegang duit, jadilah saya bertandang ke bengkel langganan. Tempatnya kesohor di Depok. Bukan bengkel itu maksudnya, tapi lokasinya, yaitu di pusat bengkel dan orderdil mobil Ramanda. Puluhan bengkel, pedagang orderdil, aksesoris, sampai tempat pengecatan body tumplek di sana.

Terletak di pertigaan jalan Margonda-Arif Rahman Hakim, Ramanda ini dulunya adalah pusat perbelanjaan berlantai tiga. Pada tahun 1990-an, dia termasuk paling mentereng di Depok, karena waktu itu belum ada satu mal pun. Ada juga paling Hero dan Borobudur yang sekarang jadi Informa dan Ace Hardware. Sekitar tahun 1990-an, Ramanda jadi tempat andalan buat belanja kebutuhan sehari-hari mahasiswa. Saya dan teman-teman, jauh-jauh datang dari Asrama Mahasiswa UI hanya untuk belanja Indomie di Ramanda. Kini, Ramanda yang dulu megah berubah jadi pusat bengkel yang kumuh namun lengkap dan murah.

Begitulah, saya melajukan mobil ke Ramanda. Setelah di-test drive sama si uda pemilik bengkel, vonisnya pun jatuh. Kemungkinan shock absorber dan ball joint-nya rusak. Shock absober itu fungsinya membantu per meredam guncangan saat mobil melaju. Katanya, bila terlalu sering menahan guncangan dengan beban berlebih, daya tahan shock akan berkurang dan lemah. Akibatnya, mobil akan terasa limbung sewaktu dikendarai, terutama saat melaju kencang. Karena yang bekerja tinggal per-nya saja. Sedangkan ball joint gunanya sebagai sumbu roda ketika roda belok ke kiri dan ke kanan.

Shock Absorber

Shock Absorber

Kerusakan kedua komponen itu saya sudah duga. “Oke, bongkar,” kata saya memberi persetujuan. Seperti biasa, setelah dibongkar pasti ada saja nemu kerusakan baru. Akhirnya, ada empat komponen yang ‘disepakati’ rusak. Yakni shock, ball joint, tie rod (sebenarnya yang rusak cuma sebelah kanan, karena beli harus sepasang terpaksa diganti dua-duanya), dan bushing arm. Tie rod ini berfungsi untuk meneruskan putaran kemudi, sehingga roda depan bisa belok ke kanan dan ke kiri. Tie rod terbagi dua yaitu long tie rod atau rack end dan tie rod end atau tie rod saja. Adapun bushing  bertugas meredam getaran pada sambungan antar komponen suspensi steering.

Ball joint

Ball joint

wpid-2013-06-28-16.38.22.jpg

Tie rod

Tie rod

Kerusakan pada bushing tidak hanya menyebabkan suara berisik, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan pengendalian mobil. Bahkan laju mobil tidak akan stabil. Cara mendeteksi kondisi komponen itu adalah dengan mencermati arah laju mobil. Bila cenderung melenceng ke kanan atau ke kiri, berarti bushing sudah layak diganti.

Di antara semua komponen itu, shock yang paling mahal. Barang baru di atas Rp 1 juta. Tapi, kalau lagi cekak dan merasa cukup memakai barang bekas pun ada. Contohnya sore itu, saya memilih shock bekas yang harganya cukup miring, Rp 500 ribu saja, pakai garansi 1 tahun pula. Menurut anak buah si uda, shock bekas ini biasanya berasal dari mobil yang ditanggung oleh asuransi. Spare part yang lain saya pilih barang baru, meski hanya KW.

Selesai spooring ala bengkel jalanan—empat ban diukur pakai benang, trus diluruskan dengan menyetel baut di bawah kolong, tiba waktunya membayar. Total-total, ditambah ganti kabel speedometer yang putus, Rp 1,5 juta kekayaan saya berpindah ke tangan si uda dan anak buahnya. Dan wuss….Soluna Biru kembali melaju mulus, walau melewati polisi tidur yang sekarang sering dibuat berjejer tiga.

2 thoughts on “Soluna Ajrut-ajrutan, Saatnya ke Bengkel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s