Dengan Bekal Ini, Anda pun Bisa Berinvestasi Saham

Ilustrasi pialang saham di Bursa Efek Indonesia.

Ilustrasi pialang saham di Bursa Efek Indonesia.

Masuk ke pasar modal tanpa ilmu seperti masuk hutan tanpa tahu arah. Saya jamin 99,99 persen Anda akan tersesat , kehabisan bekal , dan ‘mati’ ditelan belantara pasar modal. Sebaliknya, dengan ilmu yang cukup,  Anda akan memasuki dunia saham seperti menumpang kapal besar.   Lihat kapal besar, kalau berlayar dia tenang, ombak besar dia cuek, penumpang di atasnya bisa tidur nyenyak, tahu-tahu sudah sampai di tempat tujuan. Gak pake nyasar.

Begitu pula sebaiknya perilaku seorang investor. Tenang, penuh perhitungan,  tidak panik menghadapi gejolak pasar, dan cepat mengambil keputusan.  Tentu saja, ketenangan tidak bisa datang tiba-tiba, butuh jam terbang yang memadai. Untungnya, bagi investor  pemula,   sudah banyak tips yang ditulis oleh para investor andal. Saya peras dan pilhkan beberapa tips yang aplikatif untuk Anda, para pendatang baru:

1. LIHAT SEKELILING
Perhatikan saham emiten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebelum makan atau mandi, misalnya, lihat pada kemasan, siapa produsennya? Biasanya akan kita temui nama-nama beken seperti Unilever (UNVR), Indofood  Sukses Makmur (INDF), atau Indofood CBP (ICBP).

Selesai mandi pakai baju, merek apa yang Anda punya? DKNY, Zara, Marks & Spencer, atau Pull and Bear? Maka pastikan Anda mengingat distributornya: Mitra Adiperkasa (MAPI). Atau Anda pernah berbelanja  pakaian di tempat yang lebih ‘guyub’, Anda tentu ingat jaringan toko Ramayana Lestari (RALS).

Selesai berpakaian, Anda sarapan, kalau tidak Indomie-nya ICBP, pilihan lain biasanya  roti Sari Roti yang dibikin oleh Nippon Indosari (ROTI).  Mau pergi ke kantor atau ke tempat usaha, kalau naik mobil, mayoritas tunggangan yang beredar  adalah Toyota atau Daihatsu yang  di Indonesia berinduk ke Astra International (ASII) atau Suzuki yang berinduk ke Indomobil  Sukses (IMAS).

Masuk jalan tol, pilihannya cuma dua, kalau tidak asetnya  Jasa Marga (JSMR), ya Citra Marga (CMNP).  Ah, pokoknya, banyak deh perusahaan yang bagus di sekitar kita.

2.PERTUMBUHAN LABA  KONSISTEN
Setelah melihat-lihat sekeliling, saringan paling utama adalah mencermati pertumbuhan laba emiten buruan Anda . Cari emiten  yang memiliki pertumbuhan laba  tahunan yang konsisten selama 3-5 tahun terakhir.  Berapa persen pertumbuhan yang ideal? Ada yang bilang 20-30 persen. Menurut saya, yang penting tumbuh. Apalagi kalau dia masih bisa tumbuh di tengah krisis, itu pasti perusahaan top.

Selain laba tahunan, lihat juga laba kuartalan. Contohnya, kalau Anda membeli di kuartal III, lihat laba kuartal I dan II. Jika turun terus dalam 2 kuartal, meski laba tahun lalu naik, waspada. Cek faktor internal atau eksternal  yang mempengaruhi industri emiten tersebut.

3.PRICE TO EARNING RATIO
Misalnya, laba per saham Semen Indonesia (SMGR) tahun 2012  sebesar Rp 817, sedangkan harga SMGR pada perdagangan Jumat lalu Rp 18.200 per lembar, maka PER SMGR = 18.200/817 = 22,2X. Bisa dibaca sebagai: investor bersedia membeli selembar saham SMGR pada harga 22,2 kali labanya.

Apa manfaat PER buat investor? PER berguna untuk menentukan apakah suatu saham masuk kategori mahal atau murah. Berapa PER yang disebut mahal atau murah? Tidak ada ukuran bakunya. Yang bisa dilakukan adalah membandingkan PER di antara satu kelompok industri tertentu.  Ambil contoh,  SMGR dengan PER 22,2X  lebih mahal daripada Holcim Indonesia (SMCB) dengan PER 20,9X dan Indocement (INTP) yang memiliki PER 18,16X.

Kalau begitu apakah saham dengan PER tinggi berarti harus dijauhi? Jawabannya belum tentu. Karena PER tinggi bisa menjadi tanda bahwa banyak investor yang memburu saham tersebut, sehingga harganya terus melambung. Sehingga, Anda perlu mendalami lagi kenapa sebuah saham dihargai lebih tinggi atau lebih rendah ketimbang saham lain. Kata orang, saham ‘mahal’ tapi memiliki prospek cerah, lebih baik ketimbang saham ‘murah’ tapi memiliki prospek suram.

4.MAU JADI INVESTOR ATAU TRADER?
Pada dasarnya, semua orang yang menanamkan uangnya pasar modal disebut investor. Hanya saja, ada orang yang tergolong investor jangka panjang (sering disebut sebagai ‘investor’ saja), ada pula yang memiliki jalan sebagai investor jangka pendek atau trader .

Nah, Sebelum menceburkan diri ke pasar modal, tentukan dulu tempat berpijak Anda. Apakah mau menjadi investor atau trader. Seorang investor menginvestasikan uangnya dalam jangka panjang pada emiten-emiten yang memiliki  sejarah pertumbuhan laba  bagus dan prospek cerah.

Biasanya, pertimbangan membeli atau menjual saham bagi seorang investor adalah laporan keuangan. Jika laporan keuangan membaik, maka itu saatnya membeli atau terus memegang saham. Sebaliknya, saat laporan keuangan memburuk, itu adalah sinyal untuk melepas saham.

Sedangkan trader, mendasarkan kegiatan jual-belinya dengan analisis teknikal dalam jangka pendek. Ketika indikator-indikator yang dipakai sudah memunculkan sinyal jual, maka trader akan melepas sahamnya, meskipun kinerja perusahaan sebenarnya masih bagus. Ia baru akan membeli lagi ketika sinyal beli sudah muncul.

Sebagian trader berani mengambil risiko dengan memperdagangkan saham-saham berkinerja buruk—satu hal yang dihindari investor,  dengan mengacu pada indikator teknikal.  Tapi, tidak salah juga kalau  Anda memilih menjadi keduanya. Artinya, sebagian dana Anda  tempatkan dalam jangka panjang, sebagian lagi untuk jangka pendek alias diperdagangkan.

5.PELAJARI TEKNIK ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL
Apakah memilih  menjadi investor  atau trader, analisis fundamental dan teknikal harus Anda kuasai. Analisis fundamental mencakup pemahaman terhadap laporan keuangan perusahaan dan rasio-rasionya, kondisi ekonomi mikro dan makro, serta ekonomi global.

Sedangkan analisis teknikal mencakup pemahaman terhadap indikator-indikator teknis seperti MACD, Stochastic, Aroon, atau Average Directional. Indikator ini jumlahnya puluhan. Jangan khawatir, karena biasanya sekuritas sudah menyediakan software dari semua indikator  tersebut. Anda tinggal memahami cara membacanya saja.

Pusing? Tidak perlu. Sebab, Anda tidak harus serta-merta menguasai semua analisis itu sebelum masuk ke pasar modal. Pelajari  semuanya sambil jalan. Kalau menunggu Anda menjadi seorang ahli dulu baru berinvestasi, mau sampai kapan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s